• HOME
  • WELCOME TO BAWEAN
  • ABOUT US
  • CONTACT US
  • HOTEL
  • CAR RENTAL
  • FERRY SCHEDULES 2025
  • FLIGHT SCHEDULE 2025
  • RESPONSIBLE TOURISM
  • TOUR PACKAGE
  • MAP
  • UNDERWATER BAWEAN
  • MY TRIP MY ADVENTURE
BAWEAN TOURISM-Tourism Information & Tour Package To Bawean Island
  • ENCYCLOPEDIA OF BAWEAN ISLAND
  • HOTEL
  • PAKET TOUR BAWEAN 2026
  • PLACES OF INTEREST
  • TIPS FOR TOURIST   
    • Saying it in Boyan
    • Some Social Tips
  • ESSENTIAL INFORMATION  
    • Accommodation
    • Transportation
  • MERCHANDISE  
    • Kerajinan Anyaman Pandan
    • Kerajinan Batu Onix
    • T-Shirt
    • Books
  • RELIGIOUS TRIP
  • FERRY SCHEDULES
  • ARTS & CULTURE
  • SNORKEL GEAR RENT
  • HOME
  • WELCOME TO BAWEAN
  • ABOUT US
  • CONTACT US
  • HOTEL
  • CAR RENTAL
  • FERRY SCHEDULES 2025
  • FLIGHT SCHEDULE 2025
  • RESPONSIBLE TOURISM
  • TOUR PACKAGE
  • MAP
  • UNDERWATER BAWEAN
  • MY TRIP MY ADVENTURE
  • Home
  • Index Berita
  • TIKAR PANDAN BAWEAN: WARISAN YANG TERJAGA DALAM ANYAMAN

Information

Categories

  • ENCYCLOPEDIA OF BAWEAN ISLAND
  • HOTEL
  • PAKET TOUR BAWEAN 2026
  • PLACES OF INTEREST
  • TIPS FOR TOURIST
    • Saying it in Boyan
    • Some Social Tips
  • ESSENTIAL INFORMATION
    • Accommodation
    • Transportation
  • MERCHANDISE
    • Kerajinan Anyaman Pandan
    • Kerajinan Batu Onix
    • T-Shirt
    • Books
  • RELIGIOUS TRIP
  • FERRY SCHEDULES
  • ARTS & CULTURE
  • SNORKEL GEAR RENT

Download

  • Bawean Map
  • Menjadi Boyan: Strategi Adaptif Keturunan Bawean di Singapore

Berita

TIKAR PANDAN BAWEAN: WARISAN YANG TERJAGA DALAM ANYAMAN

11 Juli 2026

Pulau Bawean bukan hanya dikenal sebagai surga wisata dengan panorama laut biru dan hamparan hutan tropis yang memikat. Di balik keindahan alamnya, pulau ini juga menyimpan warisan budaya dan kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat. Salah satu warisan tersebut adalah kerajinan anyaman daun pandan, khususnya tikar pandan, yang hingga kini tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bawean. ... detail

THE BAWEAN WARTY PIG: AN ANALYSIS OF PIG BEHAVIOR AND THE INFLUENCE OF RELIGION ON COMMUNITY ATTITUD

10 Juli 2026

Bawean Tourism – Bawean Island is a home to several animal species found nowhere else in the world. Among them is the Bawean warty pig (Sus verrucosus blouchi), a rare wild pig that represents an important component of Indonesia’s unique biodiversity. Despite its conservation significance, however, the species has increasingly become a source of human-wildlife conflict on the island. ... detail

BABI KUTIL BAWEAN: ANALISIS PERILAKU BABI DAN FAKTOR AGAMA TERHADAP SIKAP MASYARAKAT

6 Juli 2026

Bawean Tourism - Pulau Bawean selama ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai satwa endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Salah satunya adalah Babi Kutil Bawean (Sus verrucosus blouchi), satwa langka yang menjadi bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia. Namun, di balik statusnya sebagai satwa endemik, Babi Kutil Bawean juga menjadi salah satu sumber konflik antara manusia dan satwa liar di Pulau Bawean. ... detail

PT PLN NUSANTARA UP GRESIK BERSAMA POKMASWAS HIJAU DAUN LAKUKAN TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG

3 Juli 2026

BAWEAN TOURISM - Hamparan laut berwarna biru jernih menyelimuti Pulau Noko pada Kamis (2/7). Tiga kapal yang membawa rombongan tamu perlahan merapat di pulau berpasir putih yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata Pulau Bawean. Cuaca yang bersahabat seakan menjadi sambutan alam bagi mereka yang datang bukan sekadar menikmati keindahan, melainkan membawa satu tujuan yang lebih besar yaitu merawat kehidupan yang tersimpan di bawah permukaan laut. ... detail

TURIS SINGAPURA SAKSIKAN LANGSUNG GEBYAR BUDAYA PENCAK SILAT BAWEAN DI HARI LAHIR PENABER KE-XXV

23 Juni 2026

BAWEAN TOURISM – Rombongan wisatawan asal Singapura tampak antusias ketika puluhan pendekar Pencak Silat Bawean memasuki arena pertunjukan dengan langkah tegap dan busana khas silat. Di bawah naungan langit Pulau Bawean, Pondok Pesantren Penaber menjadi saksi perpaduan indah antara semangat pelestarian budaya dan gairah pariwisata, dalam perayaan Hari Lahir Penaber ke-XXV yang bertajuk Gebyar Budaya Pencak Silat Bawean, Selasa, 23 Juni 2026. ... detail

DI BALIK INDAHNYA PULAU NOKO: TENTANG SAMPAH DAN TANGGUNG JAWAB WISATA

16 Juni 2026

Bawean Tourism - Hamparan pasir putih yang menyatu dengan laut biru jernih, sawah-sawah yang membujur luas di setiap sisinya, dan bukit-bukit hijau yang menjulang tinggi dari dasar bumi Bawean, serta pemandangan alam yang sangat eksotis, menjadikan Pulau Bawean sebagai salah satu surga tersembunyi di Provinsi Jawa Timur, sehingga tidak sedikit wisatawan lokal maupun manca negara berkunjung ke Pulau Bawean setiap tahunnya untuk sekadar menikmati keindahan alamnya. Berdasar dari keindahan destinasi alam, Pulau Bawean kini terus berkembang menjadi salah satu pilihan destinasi favorit wisata bahari. Salah satunya adalah wisata alam Pulau Noko yang akhir-akhir ini menjadi salah satu primadona wisata sekaligus menjadi ikon Pulau Bawean. ... detail

BERSINERGI MENJAGA ALAM PULAU BAWEAN

29 Mei 2026

Bawean Tourism - Pulau Bawean merupakan salah satu pulau kecil di Jawa Timur yang menyimpan kekayaan alam begitu luar biasa. Pulau ini mulanya terbentuk dari sisa-sisa gunung api purba jutaan tahun lalu sehingga memiliki manifestasi geotermal dari sisa aktivitas gunung purba tersebut. Pulau Bawean juga memiliki letak geografi strategis karena berada di antara Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan yang menjadikan pulau ini sebagai jalur lalu lintas antar pulau di Indonesia. Dikelilingi laut biru, pasir putih, perbukitan hijau, hingga danau alami di tengah hutan, Bawean perlahan menjadi destinasi wisata yang semakin dikenal banyak orang. Keindahan alamnya menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pulau yang masih alami dan tenang. ... detail

THE BAWEAN WARTY PIG: RARITY AND CONSERVATION EFFORTS

29 April 2026

For years, the Bawean warty pig was classified as part of the Javan wild pig. However, according to the East Java Center for Natural Resources Conservation (BBKSDA Jawa Timur), a reassessment in 2011 recognized it as s distinct taxon due to significant morphological differences. This elevated its status alongside other rare wild pigs such as Visayan warty pig and pygmy hog. ... detail

KELANGKAAN DAN UPAYA KONSERVASI BABI KUTIL BAWEAN

29 April 2026

Salah satu hewan endemik langka yang masih jarang diketahui keberadaannya adalah babi kutil Bawean (Sus verrucosus blouchi). Spesies ini tergolong langka karena penyebarannya sangat terbatas, yakni hanya dapat ditemukan di Pulau Bawean, Jawa Timur. ... detail

Pelestarian Budaya Bawean Melalui Batik

8 April 2026

Batik Bawean merupakan salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisi, tetapi juga mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan zaman. Melalui motif, teknik produksi, serta upaya edukasi, Batik Bawean telah menjadi simbol identitas budaya yang patut dibanggakan. ... detail

» index berita
  • hotel miranda
  • intan hotel
  • Jadwal Express Bahari Gresik-Bawean
  • natrav

TIKAR PANDAN BAWEAN: WARISAN YANG TERJAGA DALAM ANYAMAN

11 Juli 2026
Share
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan via WhatsApp
Salin Tautan Artikel

TIKAR PANDAN BAWEAN: WARISAN YANG TERJAGA DALAM ANYAMAN

TIKAR PANDAN BAWEAN: WARISAN YANG TERJAGA DALAM ANYAMAN

Tim Bawean Tourism:

M. Reiziq Najibuddin

Nuzulur Rahman

Pulau Bawean bukan hanya dikenal sebagai surga wisata dengan panorama laut biru dan hamparan hutan tropis yang memikat. Di balik keindahan alamnya, pulau ini juga menyimpan warisan budaya dan kearifan lokal yang terus hidup di tengah masyarakat. Salah satu warisan tersebut adalah kerajinan anyaman daun pandan, khususnya tikar pandan, yang hingga kini tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bawean.

Bahan utama pembuatan tikar Bawean berasal dari pandan berduri atau pandan samak (Pandanus tectorius), yaitu tumbuhan pesisir yang memiliki daun panjang, tebal, serta berduri di sepanjang tepinya. Daun pandan ini dikenal kuat dan tidak mudah putus, sehingga sangat cocok dijadikan bahan dasar anyaman. Selain itu, pandan memiliki serat alami yang lentur dan mudah dibentuk sesuai kebutuhan kerajinan. Dikutip dari Aprilla et al., (2021), hal ini karena pandan memiliki serat alam yang mudah dibentuk sesuai kreasi kerajinan yang diinginkan, serta bahan bakunya relatif murah dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, pandan berduri (Pandanus tectorius) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku anyaman karena memiliki serat yang panjang dan kuat. Berdasarkan hasil studi, untuk menghasilkan produk anyaman yang baik, diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali jenis tumbuhan yang memiliki karakteristik serat tersebut, dan pandan duri menjadi salah satu yang memenuhi kriteria tersebut (Piry & Rewa, 2024).

Dalam praktiknya, proses pembuatan tikar pandan di Bawean tidaklah sederhana. Bagi para pengrajin, kualitas tikar ditentukan sejak memilih daun pandan. Sumiati, atau yang akrab disapa Mak Sum, menuturkan bahwa hanya daun yang sudah tua, berwarna hijau tua, serta memiliki tekstur tebal dan kuat yang dipilih untuk dianyam. Setelah dipanen, daun terlebih dahulu dibuang tulang tengahnya atau dalam bahasa Bawean disebut etolange, kemudian direbus sekitar satu jam, direndam semalaman, dijemur, diberi warna, lalu dijemur kembali hingga siap dianyam. Dari satu helai daun, biasanya diperoleh sekitar tujuh irisan yang kemudian menjadi bahan dasar anyaman tikar.

Kerajinan anyaman tikar ini merupakan warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dahulu, tikar pandan digunakan sebagai perlengkapan rumah tangga sehari-hari, seperti alas duduk atau tidur. Namun seiring perkembangan zaman, kerajinan ini tidak lagi terbatas pada tikar saja. Para pengrajin di Bawean telah melakukan berbagai inovasi dengan mengembangkan produk-produk baru seperti tas, dompet, topi koboi, kopiah, sabuk, dan berbagai aksesoris lainnya.

Inovasi tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan melalui proses pembinaan dan pelatihan. Lebih dari satu dekade lalu, para pengrajin di Bawean pernah memperoleh pelatihan yang diselenggarakan di Kecamatan Sangkapura. Pelatihan tersebut membuka ruang lahirnya berbagai inovasi produk anyaman sehingga tidak lagi terbatas pada tikar, tetapi berkembang menjadi tas, dompet, kopiah, topi, sabuk, dan berbagai produk lainnya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Namun, keberlangsungan kerajinan pandan di Bawean memiliki cerita yang berbeda di setiap wilayah. Di Desa Gunung Teguh, misalnya, Mak Sum mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi bahan baku maupun pemasaran, melainkan regenerasi pengrajin. Semakin sedikit generasi muda yang berminat mempelajari keterampilan menganyam sehingga ketika permintaan meningkat, jumlah pengrajin yang tersedia belum mampu mengimbanginya.

Berbeda dengan kondisi di Desa Gunung Teguh, tradisi menganyam pandan masih terjaga dengan baik di Dusun Batu Lintang, Desa Teluk Jatidawang. Salah satu pengrajin yang masih aktif adalah Mak Samna. Di dusun ini, keterampilan menganyam tidak hanya dipertahankan oleh generasi tua, tetapi juga diwariskan kepada anak dan cucu mereka. Saat berkunjung ke rumah-rumah pengrajin, proses menganyam bahkan masih diajarkan langsung oleh generasi muda kepada anggota keluarga lainnya. Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa tradisi menganyam masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Batu Lintang

Keberhasilan regenerasi tersebut turut mendukung keberlangsungan produksi tikar pandan di Batu Lintang. Ketersediaan bahan baku pun tidak menjadi persoalan. Hampir setiap keluarga memiliki kebun pandan sendiri yang dipanen satu kali dalam setahun. Pola panen tahunan ini sengaja diterapkan agar daun benar-benar mencapai usia dewasa dengan ukuran yang panjang, tebal, dan kuat. Sekali panen, persediaan daun umumnya mampu memenuhi kebutuhan produksi hingga satu tahun ke depan.

Di sisi lain, kerajinan anyaman pandan tidak hanya ditemukan di Bawean, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia seperti Aceh, Lamongan, Cilacap, Kalimantan Barat, dan Kabupaten Kampar. Namun, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Salah satu perbedaan yang mencolok terletak pada ukuran irisan daun pandan. Di Bawean, irisan daun cenderung lebih kecil dan halus, sehingga menghasilkan anyaman yang lebih rapat dan detail dibandingkan daerah lain yang umumnya menggunakan irisan lebih lebar. Ciri khas tersebut menjadi identitas anyaman Bawean yang membedakannya dari daerah-daerah penghasil tikar pandan lainnya di Indonesia.

Potensi kerajinan tikar pandan juga sangat erat dengan pengembangan pariwisata Bawean. Kajian Ramli dkk. (2012) menyebutkan bahwa potensi budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam konteks tersebut, tikar pandan tidak hanya berfungsi sebagai kerajinan tradisional, tetapi juga berpotensi menjadi cendera mata khas yang merepresentasikan identitas Pulau Bawean.

Dari sisi pemasaran, pengrajin di Dusun Batu Lintang juga memiliki karakteristik tersendiri. Berbeda dengan sebagian pengrajin di Dusun Gunung Teguh yang produknya telah banyak dikenal wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, para pengrajin di Batu Lintang masih mengandalkan jaringan pengepul dan penjualan di pasar tradisional. Meskipun begitu, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi keberlangsungan usaha mereka. Menariknya, dengan harga yang dapat mencapai Rp300.000 hingga Rp400.000 per lembar dan harus bersaing dengan berbagai produk sejenis dari daerah lain maupun tikar buatan pabrik, tikar pandan Batu Lintang tetap memiliki pangsa pasar yang kuat. Menurut para pengrajin, setiap kali mereka membawa hasil anyaman ke pasar, seluruh tikar yang dipasarkan hampir selalu habis terjual. Fakta ini menunjukkan bahwa kualitas anyaman pandan Bawean masih memiliki daya saing serta mendapat kepercayaan tinggi dari konsumen.

Tidak hanya diminati oleh masyarakat Bawean maupun wisatawan, tikar pandan Bawean juga telah menjangkau pasar di berbagai daerah di Pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Jember. Di daerah tersebut, tikar anyaman pandan dimanfaatkan sebagai pembungkus atau alas dalam proses penanganan dan pengiriman tembakau sebelum memasuki tahap pengolahan di pabrik rokok. Penggunaan tikar pandan ini dipilih karena memiliki serat yang kuat, tahan lama, serta mampu menjaga kualitas tembakau selama proses penyimpanan dan distribusi. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa tikar pandan Bawean tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dipercaya karena kualitasnya untuk mendukung aktivitas industri di luar Pulau Bawean.

Meski kualitasnya telah diakui dan pemasarannya mampu menjangkau berbagai daerah di luar Pulau Bawean, kerajinan anyaman pandan hingga kini masih belum banyak dikenal sebagai bagian dari daya tarik wisata pulau ini. Sebagian besar penjualan masih bergantung pada pengepul dan pasar tradisional, sehingga nilai tambah yang diperoleh para pengrajin belum maksimal. Padahal, apabila dikembangkan melalui promosi wisata budaya, galeri kerajinan, paket wisata edukasi menganyam, hingga pemasaran digital berbasis produk lokal, tikar pandan Bawean berpeluang menjadi suvenir khas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan. Pengunjung tidak hanya membawa pulang sebuah kerajinan, tetapi juga mengenal kisah, proses, dan filosofi yang teranyam di dalam setiap helai pandan.

Hingga pada akhirnya, tikar pandan Bawean bukan sekadar hasil anyaman daun, melainkan anyaman pengetahuan, kesabaran, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Kisah yang berbeda antara Desa Gunung Teguh dan Dusun Batu Lintang memperlihatkan bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup ketika ada tangan-tangan yang bersedia meneruskannya. Jika regenerasi terus diperkuat, inovasi produk terus dikembangkan, dan kerajinan ini diposisikan sebagai bagian dari pengalaman wisata budaya Bawean, maka tikar pandan tidak hanya akan dikenang sebagai peninggalan leluhur, tetapi akan tumbuh menjadi ikon ekonomi kreatif yang membanggakan Pulau Bawean di tingkat nasional bahkan internasional.

Maka dari itu, sudah saatnya pemerintah daerah mengambil peran yang lebih nyata dalam menjaga keberlangsungan kerajinan pandan Bawean. Regenerasi pengrajin perlu didorong, pelatihan dan pendampingan harus terus dilakukan, serta kerajinan pandan harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Sangat disayangkan, hingga hari ini warisan budaya yang telah terbukti memiliki pasar, bernilai ekonomi tinggi, dan diwariskan lintas generasi masih belum memperoleh perhatian yang sebanding dengan potensinya. Warisan budaya tidak akan bertahan hanya karena dikenang, melainkan karena terus diwariskan dan diberi ruang untuk berkembang. Sebab ketika sebuah warisan budaya hilang, yang lenyap bukan hanya sebuah kerajinan, melainkan jejak sejarah, pengetahuan, dan jati diri sebuah masyarakat.

Sumber:

  1. Aprilla, N., Viora, D., & Syafriani, S. (2021). Olahan Daun Pandan Duri (Pandanus Tectorius) Menjadi Tikar Di Kabupaten Kampar. Jmm (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(5), 2693–2700.

  2. Piry, S. S., & Rewa, K. A. (2024). Eksistensi Industri Kerajinan Berbahan Baku Pandan Duri Di Desa Mbatakapidu Kabupaten Sumba Timur. Governance: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal Dan Pembangunan, 10(4).

  3. Ramli, M., Muntasib, E. K. S. H., & Kartono, A. P. (2012). Strategi Pengembangan Wisata Di Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Media Konservasi, 17(2), 231273.

  4. Samna. (2026). Wawancara Pribadi, Pengrajin Tikar Pandan, Dusun Batu Lintang, Desa Teluk Jatidawang, Pulau Bawean

  5. Sumiati. (2026). Wawancara Pribadi, Pengrajin Tikar Pandan, Desa Gunung Teguh, Pulau Bawean.

Information
  • HOME
  • WELCOME TO BAWEAN
  • ABOUT US
  • CONTACT US
  • HOTEL
  • CAR RENTAL
  • FERRY SCHEDULES 2025
  • FLIGHT SCHEDULE 2025
  • RESPONSIBLE TOURISM
  • TOUR PACKAGE
  • MAP
  • UNDERWATER BAWEAN
  • MY TRIP MY ADVENTURE
  Customer Service
  •  +62811883367
  •  +62811883367
  •  hello@baweantourism.com
  •  @baweantourism
  •  @baweantourism
  •  Bawean Tourism
  •  @BaweanTourism
  Tentang Kami

BAWEAN TOURISM

Jl. HangTuah No.24, Pateken, Kotakusuma,
Sangkapura-Bawean, Gresik - East Java,
Indonesia (view map)

©2010-2024 PT Wonderful Bawean Tourism

Top