TURIS SINGAPURA SAKSIKAN LANGSUNG GEBYAR BUDAYA PENCAK SILAT BAWEAN DI HARI LAHIR PENABER KE-XXV
23 Juni 2026
TURIS SINGAPURA SAKSIKAN LANGSUNG GEBYAR BUDAYA PENCAK SILAT BAWEAN DI HARI LAHIR PENABER KE-XXV
(Bawean Tourism sukses mengantar wisatawan dari Singapura menyaksikan penampilan puluhan pendekar Pencak Silat dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-XXV Pondok Pesantren Penaber, Selasa, 23 Juni 2026.)
BAWEAN TOURISM – Rombongan wisatawan asal Singapura tampak antusias ketika puluhan pendekar Pencak Silat Bawean memasuki arena pertunjukan dengan langkah tegap dan busana khas silat. Di bawah naungan langit Pulau Bawean, Pondok Pesantren Penaber menjadi saksi perpaduan indah antara semangat pelestarian budaya dan gairah pariwisata, dalam perayaan Hari Lahir Penaber ke-XXV yang bertajuk Gebyar Budaya Pencak Silat Bawean, Selasa, 23 Juni 2026.
Kehadiran para turis tersebut bukan tanpa perantara. Bawean Tourism, selaku Tourist Information Center (TIC) Pulau Bawean, secara aktif mendampingi wisatawan mancanegara untuk tidak sekadar menikmati keindahan alam Bawean, tetapi juga menyelami kekayaan seni dan budaya lokal. Kunjungan ke Penaber menjadi salah satu agenda tetap yang dirancang Bawean Tourism sebagai ruang pengenalan dan promosi budaya Bawean kepada dunia.
Acara dibuka dengan penampilan Tarian Zapin Melayu yang dibawakan oleh para santri putera Penaber. Gerak tari yang luwes dan penuh makna itu menjadi pemanasan sempurna sebelum sajian utama yaitu penampilan Pencak Silat Bawean oleh para pendekar dari seluruh penjuru Bawean.
Ketua Pengurus Pencak se-Bawean, Sapawi, mengungkapkan bahwa jumlah peserta pada acara itu mencapai angka yang mengesankan.
“Insya Allah yang akan hadir nanti sekitar 100-an, mungkin 80-100, dan yang tampil kurang lebih 40-an.” Tutur Sapawi, Ketua Pengurus Pencak se-Bawean, Selasa (23/6).
Dan benar saja, penampilan para pendekar berlangsung meriah dan penuh semangat. Gerakan silat yang dinamis, disertai alat musik Gendang dan Gong serta sorak-sorai penonton, menciptakan suasana yang hidup dan membanggakan.
Mata para turis Singapura tak lepas dari arena pertunjukan. Mereka mengaku kagum sekaligus gembira bisa menyaksikan langsung Pencak Silat Bawean yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita. Salah seorang di antaranya bahkan mengaku baru pertama kali menyaksikan seni bela diri khas Bawean secara langsung walaupun secara keturunan merupakan keturunan Bawean.
“Iye, ini pertama kalinya saya dapat melihat langsung Pencak ini. Di Singapura ade tapi jarang ade.” Kata Wisatawan asal Singapura saat berbincang dengan Bawean Tourism, Selasa (23/6).
Meski komunitas keturunan Bawean di Singapura memang memiliki tradisi serupa, namun menyaksikannya langsung di tanah leluhur memberikan pengalaman yang berbeda dan tak terlupakan. Kemeriahan dan keramaian suasana acara turut memperkuat euphoria yang dirasakan para tamu.
Konsep Gebyar Budaya dalam perayaan Hari Lahir Penaber bukanlah hal baru. Pengasuh Pondok Pesantren Penaber mengungkapkan bahwa format ini telah berjalan selama kurang lebih empat tahun terakhir, sebagai wujud nyata komitmen pesantren dalam menjaga dan merawat warisan para leluhur.
“Rangkaian acara Hari Lahir yang dikonsep sebagai Gebyar Budaya ini sudah berlangsung lama, sekitar 4 tahunan mungkin. Seni budaya terus kami kembangkan dan lestarikan sebagai bentuk menjaga dan merawat titipan para leluhur.” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Penaber saat berbincang dengan Bawean Tourism.
Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun, Pengasuh Penaber menyimpan harapan besar agar acara ini dapat dikemas menjadi agenda wisata budaya tahunan yang terjadwal, dengan bulan dan tanggal yang tetap setiap tahunnya. Untuk mewujudkan hal itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.
Pengasuh secara khusus menyebut peran penting dua pihak yakni Bawean Tourism sebagai mitra wisata yang membawa pengunjung, serta media sebagai ujung tombak publikasi agar gaung acara ini dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.
Senada dengan pengasuh, Ketua Panitia Hari Lahir dan Gebyar Budaya Penaber ke-XXV juga berharap agar penyelenggaraan serupa tidak hanya berlanjut, tetapi dapat tumbuh lebih besar dari tahun ke tahun. Baginya, Penaber telah menjadi simbol dan representasi pelestarian budaya di Pulau Bawean.
Kunjungan turis Singapura ke Penaber menjadi bukti nyata bahwa wisata budaya memiliki daya tarik yang kuat. Bawean Tourism, sebagai TIC Pulau Bawean, memainkan peran strategis dalam menghubungkan wisatawan dengan warisan budaya lokal sehingga menjadikan setiap kunjungan bukan sekadar perjalanan, melainkan pengalaman yang bermakna.
Penaber, dengan ketekunan dan konsistensinya dalam melestarikan Pencak Silat dan seni budaya Bawean, telah membuktikan diri sebagai mitra ideal dalam membangun ekosistem wisata budaya yang berkelanjutan. Dan bila mimpi itu terwujud, acara yang terjadwal, dihadiri wisatawan dari berbagai penjuru dunia, maka Bawean akan memiliki satu lagi alasan untuk dikenal yaitu bukan hanya karena alamnya yang memesona, tetapi juga karena budayanya yang hidup dan terjaga.
Bawean, 23 Juni 2026 – Tim Redaksi Bawean Tourism
